ANALISIS PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN
Paper
Ekonomi Sumberdaya Hutan
Medan, Maret 2021
ANALISIS PEMANFAATAN SUMBER DAYA
HUTAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN
Dosen Penanggung Jawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, MSi
Disusun oleh :
Zakaria Rafael Silalahi
191201198
HUT 4D
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur praktikan ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini
dengan judul “Analisis Pemanfaatan
Sumber Daya Hutan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Hutan”. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
pihak-pihak yang membantu penulis dalam penyelesaian paper ini, diantaranya
Dosen penanggung jawab Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut, MSi dan pihak-pihak yang
membantu dalam penyelesaian Paper ini.
Penulis juga menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan Paper
ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca
demi kesempurnaan Paper ini. Semoga Paper ini memberikan banyak manfaat kepada
para pembaca.
Medan, Maret 2021
Penulis
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hutan
sebagai salah satu sumber daya alam adalah kekayaan negara yang harus dikelola
secara bijaksana guna kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Inventarisasi
hutan didefinisikan sebagai pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai
sumberdaya hutan untuk perencanaan pengelolaan sumberdaya tersebut bagi
kesejahteraan masyarakat secara lestari dan sebaguna. Hutan memiliki
peranan penting terhadap keberlangsungan hidup makhluk hidup, tanpanya
kehidupan akan sulit untuk dilakukan. Inventarisasi hutan dilakukan untuk
mengetahui kondisi biofisik sumberdaya hutan baik yang berupa flora, fauna
maupun keadaan fisik lapangan, serta kondisi sosial ekonomi dari areal atau
kawasan hutan yang diinventarisasi.
Sumberdaya hutan (SDH) menghasilkan
manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun manfaat intangible. Saat
ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai rendah, atau belum
diketahui, sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi manfaat-manfaat yang
telah dikenal dari SDH secara berlebihan. Hal tersebut disebabkan karena masih
banyak pihak yang belum memahami konsep nilai dari berbagai manfaat SDH
secara komperehensif, khususnya untuk manfaat intangible yang tidak memiliki
harga pasar.
Sumberdaya hutan (SDH) menghasilkan
manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun manfaat intangible.Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih
dinilai rendah, atau belum diketahui, sehingga menimbulkan terjadinya
eksploitasi manfaat-manfaat yang telah dikenal dari SDH secara berlebihan. Hal
tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum memahami konsep nilai
dari berbagai manfaat SDH secara komperehensif, khususnya untuk manfaat intangible yang tidak memiliki harga pasar.Untuk memahami manfaat
dari SDH tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang
dihasilkan SDH ini.Berbagai teknik dan metode penilaian ekonomi sumberdaya alam
(SDA) telah dikembangkan untuk menghitung nilai ekonomi SDA yang memiliki harga
pasar ataupun tidak. Dengan diketahuinya manfaat dari SDH ini maka hal tersebut
dapat dijadikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk mengalokasikan
sumberdaya alam (SDA) yang semakin langka dan melakukan distribusi manfaat SDA
yang adil, untuk mendapatkan total kesejahteraan masyarakat yang maksimal.
Tujuan
1.
Agar kita dapat mengetahui Analisis internal faktor
kekuatan dan kelemahan.
2.
Agar kita mengetahui Strategi Pemanfaatan Sumber Daya
Hutan dengan Analisis SWOT.
3.
Agar Kita mengetahui Strategi Pemanfaatan Sumber Daya
Hutan Dengan Menggunakan Analisis SWOT.
PEMBAHASAN
1. Analisis internal faktor kekuatan dan
kelemahan.
Analisis Matriks
IFE
Analisis
faktor interal dilakukan dengan memperhatikan kriteria-kriteria berdasarkan
aspek-aspek yang dimiliki dalam pemanfaatan sumber daya hutan. Masing-masing
dari aspek tersebut diberikan penilaian secara kuantitatif untuk dianalisis
stretegi-stretegi yang sesuai diterapkan untuk meningkatkan manfaat dari
pengelolaan sumber daya hutan sumber daya hutan. Aspek-aspek tersebut adalah
Potensi luas lahan hutan, adanya dukungan dari perhutani untuk pengelolaan
hutan, adanya program PHBM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
hutan, jenis tanaman unggulan berupa kayu jati, sarana dan prasarana belum
memadai, lamanya masa penen sehingga terjadinya tebang butuh, akses
pengangkutan kayu masih sulit, dan keterbatasan sumber daya manusia dalam
pengelolaan hutan
Analisis Matrik
EFE
Matrik
EFE merupakan faktorfaktor ekternal yang digunakan untuk mengetahui ancaman dan
peluang. Analisis faktor eksternal dilakukan dengan memperhatikan kriteria-
kriteria berdasarkan aspek-aspek yang dimiliki dalam pemanfaatan sumber daya
hutan. Masingmasing dari aspek tersebut diberikan penilaian secara kuantitatif
untuk dianalisis stretegistretegi yang sesuai diterapkan untuk meningkatkan
manfaat dari pengelolaan sumber daya hutan sumber daya hutan. Aspekaspek
tersebut adalah memenuhi kebutuhan bahan baku industri kayu, adanya peluang
pasar untuk tanaman tumpang sari, adanya kerjasama antara perhutani dengan
masyarakat sekitar hutan, merupakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar
hutan, produksi hutan menurun, adanya pencurian hutan/penjarahan, pengaruh
iklim yang mempengaruhi masa pertumbuhan kayu, dan tingginya tingkat kebakaran
hutan terutama saat musim kemarau.
2. Strategi Pemanfaatan Sumber Daya Hutan
dengan Analisis SWOT.
Strategi SO
Strategi
yang dibuat berdasarkan kondisi yang ada, yaitu dengan memanfaatkan seluruh
kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang. Strategi yang digunakan untuk
memanfaatkan hutan negara di Desa Ngliron yaitu dengan memanfaatkan potensi
hutan yang berlimpah, tidak hanya kayu yang menunggu masa panennya cukup lama
akan tetapi juga seperti tanaman tumpang sari yang tidak merusak tanaman pokok,
selain itu pendapatan juga bisa berupa penjulanan pupuk organik yang berasal
dari guguran daun jati, selain itu ulat jati yang dapat dijual sehingga
menghasilkan suatu produk yang berbeda dan dapat juga langsung di konsumsi.
Strategi ST
Strategi
yang dibuat berdasarkan kondisi yang ada yaitu dengan menggunakan kekuatan yang
dimiliki untuk mengatasi ancaman. Adanya dukungan dari perhutani dapat bekerja
sama dengan masyarakat sekitar hutan untuk menjaga hutan dari bahaya pencurian
hutan ataupun kebakaran yang disebabkan oleh tangan-tangan yang tidak
bertanggung jawab. Kerjasama antara perhutani dengan masyrakat sekitar hutan
yaitu dengan mengadakan patroli ke hutan sesuai dengan penjadwalan yang sudah
disepakati.
Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan
pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
Peluang yang ada pada strategi pemanfaatan sumber daya hutan adalah merupakan
lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar hutan. Bersama dengan masyarakat
sekitar hutan menjaga dan merawat hutan dengan baik, kelemahan yang menghambat
dalam pengembangan pemanfaatan hutan adalah keterbatasan alat pengangkutan
kayu, selain itu juga akses untuk menuju ke hutan masih tergolong susah, pihak
perhutani bekerja sama dengan masyarakat sekitar hutan, bagi pihak perhutani
memberikan/menambah jumlah truk angkut kayu selain itu memperbaiki jalan menuju
hutan agar para petani juga tidak kesusahan untuk menuju ke hutan terutama pada
saat musim panen baik itu panen berupa kayu jati ataupun panen tanaman tumpang
sari.
Strategi WT
Strategi
ini diciptakan untuk meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. Pihak
perhutani membantu petani hutan dalam perbaikan jalan agar petani dapat mudah
aksesnya menuju ke hutan, melengkapi alat pertanian yang berupa traktor agar
dapat mengefisienkan waktu, lamanya tebang butuh dapat diatasi dengan
meningkatkan produksi tumpang sari, dan petani hutan diberikan bantuan yang
berupa bibit dan pupuk. Strategi yang digunakan untuk menghindari ancaman agar
dapat memperketat keamanan hutan untuk menghindari terjadinya pencurian hasil
hutan, tinggat kebakaran yang tinggi dapat diatasi dengan cara pembinaan
terhadap tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, karena kebakaran hutan
dapat merusak tanaman yang ada di hutan dan juga biota-biota yang lain.
3. Strategi Pemanfaatan Sumber Daya Hutan
Dengan Menggunakan Analisis SWOT.
Kekuatan Dan
Kelemahan Hutan Negara
Kekuatan
yang dimiliki dalam pengembangan pemanfaatan sumber daya hutan di Desa Ngliron
adalah adanya program PHBM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
hutan. Adanya Program PHBM merupakan kekuatan utama dalam memanfaatkan sumber
daya hutan. Masyarakat sekitar hutan didampingi oleh perhutani untuk
melaksanakan kegiatan dalam memanfaatkan hutan, dalam program ini juga dapat
menambah pengetahuan para petani hutan dalam mengelola hutan, adanya kerjasama yang
baik antara perhutani dengan masyarakat sekitar hutan. Kelemahan yang dimiliki dalam pengembangan pemanfaatan sumber daya
hutan adalah akses pengangkutan kayu masih tergolong susah. Kondisi seperti ini
akan menghambat para petani untuk membawa hasil hutan ke pasar ataupun kebagian
pengelolaan kayu. Hasil kayu akan di pasarkan ke Jepara, Salatiga ataupun
masyarakan sekitar yang mempunyai usaha meuble atau ukiran kayu.
Peluang dan
Ancaman Hutan Negara
Peluang
yang terdapat pada hutan negara di Desa Ngliron adalah merupakan lapangan
pekerjaan bagi masyarakat sekitar hutan. Hal ini sangat membantu masyarakat
sekitar hutan untuk mendapatkan pekerjaan karena dalam mengelola hutan yang
luas membutuhan tenaga kerja yang tidak sedikit. Masyarakat sekitar hutan mendapatakan
penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Hasil hutan tidak hanya kayu,
akan tetapi ada rencek atau kulit kayu, daun, dan ulat jati. Ancaman yang
terdapat pada hutan negara di Desa Ngliron adalah pengaruh iklim yang
mempengaruhi masa pertumbuhan kayu, pada saat musim penghujan, sering
mengakibatkan tanaman terkena hama penyakit, penyakit tersebut mengakibatkan
pembusukan batang tanaman jati, kerusakan pada daun. Penanaman tanaman tumpang
sari sesuai dengan kondisi cuaca agar tidak terjadi gagal panen yang dapat
merugikan para petani hutan.
KESIMPULAN
1.
Pemanfaatan sumber daya hutan produksi di Desa
Ngliron bermanfaat bagi masyarakat desa hutan untuk meningkatkan kesejahteraan
melalui berbagai kegiatan sesuai dengan bidangnya masing-masing, seperti bidang
persemaian, bidang tanaman, bidang pemeliharaan, bidang tebangan, dan bidang
keamanan Kearifan lokal masyarakat Desa Alu dalam memanfaatkan sumberdaya hutan
di kawasan hutan lindung sudah mengalami pengikisan nilai. Oleh karena itu,
perlu dilakukan upaya pemberdayaan nilai kearifan lokal oleh pihak-pihak
terkait dalam kegiatan pemanfaatan kawasan hutan lindung serta memotivasi
masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian dan keberlangsungan hutan dan eksistensi
dari setiap hasil hutan yang dimanfaatkan.
2.
Faktor yang merupakan daya tarik pemanfaatan
sumber daya hutan di Desa Ngliron adalah adanya kawasan hutan produksi yang
luas, adanya program PHBM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
hutan, adanya dukungan dari perhutani untuk pengelolaan hutanKetergantungan
masyarakat Alu terhadap hasil hutan sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari
sebagian besar masyarakat Desa Alu yang mengandalkan pendapatan mereka dari
berkebun di dalam dan di luar kawasan hutan lindung, mengumpulkan hasil hutan
kayu, hasil hutan bukan kayu seperti madu, aren, rotan, bambu, dan berbagai
jenis buah-buahan serta mengambil pakan untuk ternak mereka.
3.
Faktor yang merupakan pendorong dalam
pemanfaatan sumber daya hutan di Desa Ngliron adalah adanya lapangan pekerjaan
di bidang kehutanan yang lebih baik dibandingkan dengan Desa yang lain, ingin
mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang kehutanan karena di Desa
Ngliron terdapat pendampingan dari perhutani, sehingga dapat diterapkan di Desa
petani hutan yang lain.
4.
Kekuatan utama dari hutan negara di Desa Ngliron
adalah adanya program PHBM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
hutan. Program ini dapat memberdayakan petani dengan cara pemberian bantuan
bibit tanaman, pemberian sharing, pelatihan, dan sharing produksi.
5.
Kelemahan utama, Akses pengangkutan kayu masih
sulit. Kondisi tanah yang ada di Desa Ngliron yang merupakan tanah liat, pada
saat musim penghujan akan menjadi lumpur, hal ini akan menjadi sulit dilalui
terutama dengan menggunakan truk atau mobil.
DAFTAR PUSTAKA
Adhikari, Sunit,
et al. 2014. Incentives for community participation in the governance and
management of common property
resources: the case of community forest
management in Nepal. Forest Policy
and Economics, 44. pp. 1-9.
Badan Pusat
Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2010.
Dinas Kehutanan
Provinsi Jawa Tengah. 2013.
Direksi Perum Perhutani. 2007. Pedoman Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat Plus.
Fauzy, Akhmad. 2004.
“Sumber Daya Alam dan Lingkungan”.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Freddy,
Rangkuti. 2009. “Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis”. Jakarta.
Gramedia.
Koskela, Jarkko,
et al. 2014. Utilization and transfer of forest genetic resources: A global
review. Forest Ecology and Management,
333. pp. 22- 34

Thanks for information min.
BalasHapusSukses selalu.
sangat bagus!
BalasHapusmangstap
BalasHapus